14 Januari 2008

gamang

Saya ini lahir hampir di akhir tahun70-an, dari sd hingga sma saya tinggal bersama mbah saya yang langganan Suara Karya dan menyaksikan TVRI di tv milik beliau yang masih hitam putih. Dengan bekal secuil informasi dari sana sini saya ikut-ikutan demo mendukung reformasi. Dari sana sini pula saya membaca banyak hal tentang presiden pertama, bagaimana terjadi peralihan kekuasaan, kemudian presiden selanjutnya dan selanjutnya
Meski bertabur informasi begitu banyak, saya masih gamang?
apa yang sebenarnya terjadi? siapa mengatakan yang sebenarnya? apa yang layak saya lakukan?

pada akhirnya saya melakukan apa yang menurut hemat saya memang sepantasnya dilakukan, bahwa manusia adalah makhluk sosial, kita tidak bisa hidup sendiri dan ketika kita menyakiti makhluk lain tanpa sadar kita telah menanamkan pada diri kita sendiri bahwa cepat atau lambat kita akan dicubit oleh makhluk lain dalam kadar yang mungkin sama dengan cubitan kita dan bisa jadi lebih sakit dari cubitan yang pernah kita lakukan

5 komentar:

Evi mengatakan...

makanya tenggang rasa itu perlu.

venus mengatakan...

dengerin suara hati aja..biasanya nurani gak bo'ong soalnya, way :D

kw mengatakan...

waduh serius sekali. jadilah kau penguasa way, kau juga bisa mencipta sejarah! :)

iway mengatakan...

to evi:
yup

to mbok:
ya bu

to mas kw:
ga srius-srius amat sih mas

osinaga mengatakan...

wah.. dalem nih postingan nya :) tapi kadang kalau kita nyubit orang (apalagi cewe cantik) biasanya bukan balas dicubit tapi ditampar :) gimana dong :)