18 Juni 2008

Mengunduh FireFox

Jadilah bagian dari sejarah dengan mengunduh firefox 3.0. Peramban generasi terbaru penerus cita-cita menjadikan kegiatan berselancar di dunia maya semakin cepat, aman dan menyenangkan. Hari ini, mulai jam 00.00 hingga 24.00 WIB (sebenarnya mulai dari 10.00 am PDT) rencana pemecahan rekor pengunduhan 1 juta firefox akan dilakukan.

Be there or be behind semangat

13 Juni 2008

Tali Silaturahmi

Kamu berteman dengan A, B, C dan D
Kamu berkenalan dengan E
Kamu memperkenalkan E kepada A, B, C dan D
Kamu berkenalan dengan F
Kamu memperkenalkan F kepada A, B, C, D dan E

A, B, C, D, E dan F semakin akrab dari hari ke hari, jauh lebih akrab daripada kamu dengan A, B, C dan D ataupun kamu dengan E atau F

Haruskah kamu marah? protes karena 'merasa' dilangkahi? menuntut tuhan atas ketidak adilan?

Seharusnya tidak, justru harusnya kamu bersyukur karena telah menjadi tali yang menyambungkan silaturahmi dari orang-orang yang merasa cocok satu sama lain. Telah membantu E dan F dalam pencariannya akan teman-teman yang mungkin bisa saling melengkapi.

Seharusnya kita senang melihat kebahagiaan E dan F dalam pertemanannya di dunia maya dengan A, B, C dan D. Tiada yang lebih menyenangkan selain melihat kebahagiaan orang-orang yang dekat dengan kita dan yang lebih menyenangkan karena kita punya andil dalam kebahagiaan mereka itu.

Selamat berakhir pekan

11 Juni 2008

cermin jodoh

Kapan itu lihat di infotainment (halah hari gini nonton beginian), ada penyanyi dangdut terkenal bilang "gw mau suami gw orang yang sholeh bla bla bla" saya tak ingat lagi apa yang dikatakan seterusnya. Dan ketika kemudian sang suami tertangkap basah kpk menerima suap dari pengalihan fungsi hutan lindung di sumatra sana, tentu sang suami tak masuk kategori suami sholeh.

Apa sih kriteria calon pasangan yang ideal? tentunya berbeda-beda. Bagi saya dulu perempuan berambut panjang bisa berarti perempuan yang tekun, teliti dan rajin, terlihat dari rambutnya yang hitam panjang terawat, mangkanya saya bisa langsung kepincut dengan perempuan yang berambut hitam, panjang, terawat dan diikat. Tapi kok ada yang ga shalat? ya iyalah, wong agamanya bukan islam kenapa harus shalat. Akhirnya kriteria jodoh bergeser ke agama, saya mau calon jodoh saya harus berjilbab, kan syarat minimal muslimah adalah berjilbab, kalau sudah berjilbab semestinya yang 'lain-lain' sudah dilaksanakan. Suatu ketika ketemu perempuan berjilbab tapi bajunya ketat disana-sini, 'menuh-menuhin bungkusnya' kata temen saya, lain waktu ketemu cerita bahwa keponakannya temennya sodara tante dari ibu tetangga temen saya *halah* hamdun alias hamil duluan padahal si anak ini berjilbab, alim dan ga pecicilan. Wah sepertinya saya harus merumuskan kembali kriteria calon jodoh saya *garuk-garuk meski ga gatel*

Semakin bertemu banyak orang semakin banyak pula tipe-tipe orang yang saya kenali, dan semakin pusing mencari-cari seperti apa sosok yang saya idam-idamkan untuk menjadi pendamping di segala waktu, tempat bertukar cerita, berbagi kesenangan dan kesedihan dan tentu saja bersama-sama meneruskan garis keturunan yang sama-sama kami miliki. Sepertinya semakin hari semakin tinggi kriteria yang saya tetapkan dan semakin bingung pula mencari dimana ada orang yang mempunyai semua kriteria itu. Saya merasa tak ada yang salah dengan penetapan kriteria, boleh dong kita mencari yang terbaik dari yang terbaik dengan asalkan diimbangi usaha keras dan halal tentunya (ini mau nyari apa sih).

Sampai suatu saat saya mendapat wangsit. Apa yang membedakan beras kualitas A, AA dan AAA? mungkin karena bentuk bijinya, warna, besar, dan rasa setelah dimasak. Dan yang sangat bisa dilihat adalah harganya. Beras AAA tentu lebih mahal dibanding beras A. Orang dengan kemampuan untuk membeli berasa kualitas A mungkin bisa membeli beras AA atau AAA namun dalam jumlah yang kurang bahkan tidak cukup untuk kebutuhannya, demikian pula orang dengan kemampuan membeli beras AA mungkin bisa membeli beras kualitas AAA dalam jumlah yang kurang namun bisa membeli beras A dalam jumlah yang berlebih dari sekedar kebutuhannya. Lalu maksudnya? saya yang hanya mampu 'membeli' jodoh kualitas A rasanya berlebihan kalau tak mau dibilang mimpi jika ingin 'membeli' jodoh dengan kualitas AAA. Semestinya saya harus berpikir ulang jika ingin mendapatkan jodoh sesuai dengan kriteria-kriteria yang saya inginkan karena ternyata kriteria-kriteria itu melebihi apa yang ada pada diri saya. Tak adil rasanya bila muka pas-pasan ini mengharapkan gadis cantik jelita nan rupawan, bagi saya mungkin anugrah tapi baginya seperti sudah jatuh tertimpa bajaj

Pasangan kita adalah belahan jiwa kita, dan pengertian belahan jiwa menurut saya seperti bayangan kita di cermin. Meski dalam beberapa hal berbeda, sejatinya adalah satu kesatuan, satu keyakinan dan satu keinginan dalam gerak dan langkah. Mengapa pasangan kita suka misalnya bangun siang, mestinya kita tanya ke diri kita sebelum memvonis bahwa dia pemalas, mungkin ada dalam diri kita hal-hal yang membuatnya berlaku demikian.
Cermin itu bisa menjadi semacam pengawas bagi diri kita dalam berfikir dan bertindak. Sebelum berfikir untuk bermain 'api' sebaiknya kita lihat cermin diri, karena yang punya pemikiran demikian tak hanya kita. Ingat bahwa bayangan di cermin akan melakukan seperti yang kita lakukan. Tentu tak berlaku bagi sesiapa yang act first think later

02 Juni 2008

Iklan Sintetis

sin·te·tis /sint├ętis/ a 1 mengenai sintesis; berdasarkan sintesis (tt hukum, kesimpulan, dsb): pengambilan hukum secara --; 2 Kim tidak diturunkan langsung dr hasil alam; bersifat hasil pengolahan manusia; tiruan: karet -- adalah karet tiruan yg terdiri atas bermacam unsur kimia


Pernah lihat iklan oli dengan bintang mulan jamilah? dengan latar gambar mulan berkendara ada suara pria yang menyebutkan ........ oli blabla mengandung sintetis ......

Kata sintetis bukan merujuk pada suatu benda atau suatu zat, tetapi menurut KBBI adalah tidak diturunkan langsung dr hasil alam; bersifat hasil pengolahan manusia; tiruan
.

Jadi kalimat oli mengandung sintetis bisa dikatakan membingungkan musuh dan lawan :D Penghilangan kata mengandung (menjadi oli sintetis) boleh jadi lebih tepat untuk menyampaikan apa maksud dari produsen oli ini kepada calon pembelinya, bahwa oli produksi mereka bukan oli alami (hasil dari proses minyak bumi) tetapi proses rekayasa kimiawi yang menghasilkan cairan dengan karakteristik sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, dan lebih lazim digunakan dalam percakapan atau bahasa penulisan yang sering kita jumpai.

Siapa yang salah? scriptwriter, ph, produsen, stasiun tv atau malah konsumen? menurut saya kok ya yang nulis artikel ini, kurang kerjaan banget ngurusi iklan

Penyakit Patologis

Geger genjik udan kirik belakangan ini semakin membuat alis ini naik. Ontran-ontran kok ya ada - ada saja dan bukannya berkurang malah tambah berpasang-pasang.
Sepertinya kita sedang dilanda penyakit patologis, penyakit karena hal-hal merugikan yang datang dari sifat diri sendiri.
  • Instan, kita maunya yang instan-instan, tak mau report tak mau usaha, kalo bisa cepat kenapa harus lama. Padahal tuhan sudah memberikan fisik dan akal yang lebih dari cukup jikalau mau berusaha dengan lebih giat, karena tuhan menginginkan kita perduli kepada proses dan biarlah dia yang menentukan hasil akhirnya.
  • Matinya nurani, jika semua hukum tidak bisa menunjukkan suatu hal itu benar atau salah, maka tanyalah nurani. Nurani ada di setiap orang dan nurani tidak pernah bohong. Nurani pencopet pasti mengatakan bahwa dia tidak ingin anaknya menjadi copet, pun dengan nurani pelacur yang tidak ingin jejaknya diikuti anak-anaknya. Dan lihatkan, nurani tidak pernah mati, kitalah yang mematikan peran vital mereka dalam mendampingi hidup kita.
  • Pengetahuan tanpa karakter, berapa banyak sarjana yang dihasilkan perguruan tinggi di negara ini, dan lihatlah berapa dari sarjana-sarjana itu hanya menjadi pesakitan, penghuni sel-sel penjara dan pembual bermulut besar di media-media. Sistem pendidikan kita yang membuat betapa para orang-orang berilmu tinggi ini bisa berjalan nyaris tanpa karakter, moral dan etika ketika terjun ke masyarakatnya.
  • Perdagangan tanpa moralitas, pengurusan segala hal yang berhubungan dengan birokrat menjadi ladang subur nan hijau bagi semua penyelewengan. Perniagaan sudah tidak menghiraukan etika dengan kolega dan lingkungan.
  • Agama tanpa pengorbanan, kenapa ketika ada permintaan sumbangan bagi orang yang kurang mampu kita memilih yang bernominal terkecil? Ritual yang disyaratkan semua agama, salah satu tujuannya adalah keyakinan itu memerlukan pengorbanan, sebesar apa keyakinan kita pada agama yang kita yakini setidaknya bisa diukur dari sebesar apa pengorbanan yang dengan ikhlas kita berikan dalam bentuk apapun.
  • Politik tanpa prinsip, sejauh mana politisi kita bisa mengemban amanat yang diberikan konstituennya, sejauh mana mereka telah mengemban nilai-nilai yang diyakini dan dipegang teguh oleh rakyatnya.
Dan yang terbaik dari semuanya adalah mulai memperbaiki diri sendiri.

cat : disarikan dari khutbah jum'at oleh ustadz wijayanto di masjid baitul ihsan tanggal 30 mei 2008, kurang lebih mohon dimaafkan.