26 Juni 2007

Kangen Kah?

Sepulang dari luar kota hari jum'at sore lalu, saya menemani shabrina disuapi makan sore oleh bundanya. Lha kok tiba-tiba mak surrr makanan yang sudah 3/4 masuk mulut itu keluar semua, menyembur seperti air keluar dari selang. Kaget campur panik campur loyo (kan baru pulang) langsung bergerak, meja makannya dilepas, seat belt kursi dilepas, shabrina saya gendong ke wastafel buat dibersihkan sisa-sisa makannya. Karena semua makanannya dimuntahkan, bunda menghaluskan biskuit dengan air hangat, untungnya shabrina masih mau disuapi. Baru dapat beberapa sendok, shabrina BAB, cair!, badan berkeringat. Daripada berceceran kemana-mana, saya angkat shabrina dan kursi makannya ke depan kamar mandi, di kamar mandi saya terus mengajak anak itu bercanda, asumsi saya sepertinya kondisi shabrina sedang tidak sehat dan sedikit stress karena muntah dan BAB -nya yang datang tiba-tiba. Dengan bercanda kemungkinan dia nangis atau menolak berlama-lama di kamar mandi bisa diatasi. Sore itu shabrina hanya minum air mineral dan ASI bunda. Air teh manis campur garam (pengganti oralit) tidak mau shabrina minum. Bunda pun mengeluh dari semalam sakit perut, mual-mual dan sedikit diare. Sambil minum ASI, kami ukur suhu tubuh shabrina, didapat 35,4 derajat celcius! Shabrina coba diselimuti untuk menhangatkan badannya supaya suhu bisa naik ke kisaran 36-37, sejam kemudian suhu badannya ada di 34,5, setengah jam kemudian 33,33 walah!. Peluk shabrina (waktu itu sudah tidur), kontak dengan kulitnya, peluk erat!. Setengah jam kemudian suhu badannya 36,4 wah lega rasanya. Malam itu terasa sangat lama buat saya.
Hari sabtu dan minggu kejadian muntah kemudian BAB terjadi beberapa kali, namun kami lebih tenang karena shabrina mau banyak minum air mineral dan teh manis campur garam. Sedih rasanya melihat dia yang biasanya ceria dengan semua teriakannya, namun 2 hari itu dia lebih banyak diam, senyum dan tidak begitu banyak merangkak kesana kemari.
Hari senin saya berangkat kerja dengan perasaan berat, saya pesan ke bunda agar saya selalu mendapat sms kondisi terakhirnya. Hari itu kondisi shabrina mulai menyenangkan, dia hanya BAB 1 kali. Meski dalam porsi yang tidak sebanyak hari biasanya, semua makanannya tidak dimuntahkan kembali, keceriannya kembali seperti semula. Kedatangan saya disambutnya dengan teriakan gembira seperti biasa. Ibu saya sempat nyeletuk, "Kangen tuh anak, ditinggalin dinas mulu". Yah kayak ibu ga tau aja :pis:

ps: ada artike menarik disini

8 komentar:

osinaga mengatakan...

makanya kalo pulang dines itu kudu bawa oleh2 buat anak :)

evi mengatakan...

yah...begitulah rasanya kalo anak lagi sakit, tidak bisa tidur dan perasaan was-was selalu ada.

apalagi seorang ibu yg juga bekerja, kalo anak sakit yah terpaksa bolos, gantian besoknya ayahnya yg bolos.

langit mengatakan...

trenyuh saya baca postingan ini..

kw mengatakan...

ati2 mannn diare.....
semoga lekas sehat lagi.

iway mengatakan...

to oktav:
gw bawa kok oleh-oleh, uang dines :D

to evi:
hooh, untungnya istriku ga kerja

to langit:
:)

to kw:
yup, baca artikel punya pak dokter itu deh, lumayan buat referensi

venus mengatakan...

halah, paling2 ibunya yg kangen :p

edratna mengatakan...

Zaman dulu ortu sering bilang, kalau anak buang air besar terus, tanda mau gede....

Dan ada anak yang hubungan batin dengan ayah kuat (biasanya cewek, dan kalau anak laki-laki dengan ibunya), jadi kalau kangen, atau ayahnya cape, sedih...anaknya ikutan sakit.

just Endang mengatakan...

emang bingung kalo anak sakit...top deh si bapak yg mau ikutan ngurus shabrina...suamiku jg gitu kok...