02 April 2008

tentang Hemat Kata

Global Warming memang isu yang sangat mengemuka akhir-akhir ini. Di saat pertumbuhan pesat penduduk dunia mengakibatkan penggunaan yang semena-mena terhadap sumber daya yang ada di bumi ini, maka seolah kita sedang menggali kuburan kita sendiri melalui kegiatan kita sehari-hari.

Tapi mengaitkan kegemaran saya berhemat kata dengan global warming rasanya terlalu berlebihan kalau tak mau dibilang sok :D Lha saya ini memang tak pandai berkata-kata, menyusun huruf demi huruf menjadi loncatan-loncatan ide yang mencerahkan pembacanya. Lihatlah arsip blog ini dari mula pertama di tahun 2007, rasanya hambar, tawar dan mungkin puso jika diibaratkan tanaman. Miskin ide, datar dalam penyampaian dan kosong secara makna.

Hei! kita sedang bicara blog kan? bukan jurnal ilmiah atau thesis program pasca sarjana, kita bicara satu ranah yang bisa dilihat, disinggahi, ditempati, dikelola hingga ditelantarkan oleh siapapun yang punya akses ke dunia ini. Catat : siapapun. Tak soal jika ranah ini menawarkan ilmu nan bernas bagi yang berkesempatan melihatnya, dan harusnya tak soal pula jika hanya gurauan antar sahabat hingga celoteh narsis dari pemilik blog macam punya saya ini :D

Hemat kata bagi saya bukan piilihan tapi keadaan, dalam kehidupan sehari-hari saya memang irit ngomong kecuali kepepet :D pun dalam tulisan saya mengalami kesulitan dalam pemilihan kata agar kalimat menjadi efektif, tidak bertele-tele dan tidak menggunakan kata yang sama berulang kali. Hal ini mungkin yang membuat atasan saya ogah-ogahan ketika meminta saya membuat dokumen-dokumen yang mengharuskan saya menyusun kata-kata menjadi dokumentasi pekerjaan kami ataupun dokumen kedinasan :D

Itulah juga mengapa kontrakan ini lebih jarang terisi dibanding kontrakan saya disini

17 komentar:

Anang mengatakan...

ngomongin hemat hemat. kalu hemat kumen gimana tuh... wkwkwk...

Anang mengatakan...

ngomongin hemat hemat. kalu hemat kumen gimana tuh... wkwkwk...

Anang mengatakan...

ngomongin hemat hemat. kalu hemat kumen gimana tuh... wkwkwk...

Hedi mengatakan...

jadi maksudnya mau ngasih tau...bakal resmi di dagdigdug aja?

venus mengatakan...

ada di d3 juga toh??? segera meluncurrr....

evi mengatakan...

sakjane arep pamer omah anyar tho...?
hehehe.... :P

edratna mengatakan...

Ternyata punya rumah baru ya...rumah lama tetap?

kw mengatakan...

sepakat, harus hemat kata-kata. biar pembaca bisa cepet kelarnya. :)

iway mengatakan...

to anang:
hemat kumen? no way! **tendang sang nabi karena ngejunk, nabi kok ditendang**

to hedi:
no, this is (still) my primary blog

to mbok:
hati-hati, jangan kepleset ya

to evi:
pamer? halah

to bu enny:
masih bu, semua masih di maintain

to kw:
hahahahah, gimana mo bikin buku kalo hemat :D

osinaga mengatakan...

gaya bahasa ngeblog emang beda banget ama gaya bahasa kedinasan (bikin catetan, memorandum, kontrak, dll) :) ga kebayang ada blog pake gaya bahasa kedinasan... hmmm kira2 kayak apa ya?

mei mengatakan...

hidup itu khan tinggal gimana cara kita menikmatinya mas, kalau lagi doyan begini ya begini, kalau lagi doyan begitu ya begitu...pokoknya gimana caranya biar mapan enak*halah..ga nyambung yo babahno.haha*

ebeSS mengatakan...

klo liat di rak perpustakaan ini..
skripsi keknya menganut mode . .
satu dekade tebel2an . . . sekarang
mulai tipis2an . . . kok ya sama2 lulusnya tuh . . . :P

antown mengatakan...

ayo semangat terus....
salam

endang mengatakan...

emang gue pikirin Way.....sing penting kowe temenku yo tak woco dan tak komen......

Koko mengatakan...

hehehe..hemat kata gara2 global warming..memang lucu..

latree mengatakan...

saya juga kalau nulis sekenanya mas... hehehe

Vina Revi mengatakan...

Jadi mendingan aku kemana nih, Bang? Yang disini ato disini?