04 Desember 2007

pamer

Mengenang perjalanan bersama teman-teman sma yang pernah membuat saya melewatkan tidur di malam minggu dengan mendaki gunung lawu. Kami berangkat dari Cemoro Sewu sekitar jam 8 malam setelah menyantap soto di salah satu warung yang ada di base camp tersebut. Sepanjang perjalanan di malam gelap itu kami lewatkan dengan berbincang tak tentu ditemani siaran radio yang kadang nyaring kadang hilang, beberapa pos istirahat hanya menjadi tempat sekedar mengambil nafas panjang karena persediaan kudapan yang tak banyak. Ketinggian 3265 m dapat kami capai ketika fajar akan menjelang (sunrise), entah dimana foto-foto kami ketika cahaya perak itu menjadi latar-belakang foto-foto nan narsis. Perjalanan pulang kami melewati rute melalui jawa timur dengan rute yang menurun panjang melewati beberapa bukit namun kondisi jalan relatif baik daripada rute dari cemoro sewu.
Beberapa hari lalu saya menuju ketinggian diatas 4000m dengan leyeh-leyeh, diperlukan waktu kira-kira 2 jam menggunakan kendaran 4wd. Perjalanan diisi dengan duduk manis di kursi penumpang, berbincang semena-mena dengan teman seperjalanan dan menikmati kudapan yang lumayan banyak.
Waktu telah mengubah segalanya :ngakak:

17 komentar:

Anonim mengatakan...

terjemahan bebasnya, makin tua makin kaya raya makin manja? =))

*venus, belom ngerti cara komen yg baik dan benar di blogspot yg makin lama makin ribet. huh!*

just Endang mengatakan...

kemana ya semangat muda untuk bertualang itu pergi? dimakan lemak2 pinggang mungkin ya....hahahahahha

kw mengatakan...

ha ha kok wis ra semangat maneh? baru 30 tahun loh..

Hedi mengatakan...

ini di papua ya, jayawijaya?

Evi mengatakan...

wah, plesiran terus....

inget waktu di bromo :D

edratna mengatakan...

Iway,
Kok gambarnya Bunaken....bukannya itu melihat bawah laut?
Jadi yang tinggi 4000 meter dimana?

Sekarang kalau melalui lereng Lawu, dari Tawangmangu ke Sarangan juga bisa pake kendaraan kok, asal kendaraannya kuat...pemandangannya indah.

aprikot mengatakan...

aku kok kayaknya kenal ama logo yg nancep di safety helmet itu ja??

iway mengatakan...

to mbok:
halah kaya raya, kalo ga mau ribet komennya sms aja deh :D

to mbak endang:
lha itu semangat buat petualang mbak, kalo ga saya kan milih bobo angler di hotel :D

to mas kw:
masih mas, masih semangat

to mas hedi:
yes bos

to E:
ya mirip-mirip gitu deh

to bu eni:
itu nama site-nya bunaken bu, tempatnya di atas gunung (hampir) bersalju

to gita:
pasti kenal lah :D

Bangsari mengatakan...

weh, jyan marahi kelingan jaman sugih biyen. bisa kemana mana ndak ada masalah. sekarang ndak merdeka lagi. hiks...

-Fitri Mohan- mengatakan...

harusnya ada foto "sebelum" dan "sesudah" way. ;p

Iman Brotoseno mengatakan...

mampir ke pasar apa tuh..yang banyak batu batu seperti meja, yang menjadi pasar gaib jin jin...
gunung lawu memang ceyeeeemmm

mbahatemo mengatakan...

dulu: atas nama 'mencintai alam' pergi naik gunung..
kini: naik gunung, atas nama apa kang?
*kabooorrr*

Tukang Nongkrong mengatakan...

.... tukang listrik mas :)

ishtar mengatakan...

Eh mas ini kerja di PLN po?Kok kayak papa saya sekian tahun yang lalu..btw, enaknya jalan2 melulu..

mastonick mengatakan...

nglencer memang mangasyikkan ya..apa lagi gratis...hehehe

iway mengatakan...

to ipul:
lho sekarang dah jadi juragan kan? tunggu apa lagi

to mbak fm:
itu dia mbak, poto 'sebelum'-nya entah ada dimana

to mas iman:
ga kepikiran mas, kita ingetnya kalo pulang harus bawa edelweis :D

to mbah:
kini atas nama abidin (atas biaya dinas) hehehehe

to mas bah:
heheheheh, mleset dikit, tukang ledeng!

to ishtar:
weleh pln, emang enak jalan-jalan, ga pusing ama kerjaan di kantor :D **kenalan**

to mastonick:
begitulah adanya :D

Riadi mengatakan...

salam kenal ya, hehe
wah baca artikel ini jadi inget pas naek ke sumbing dulu...demi melihat sunrise...ternyata malah kena badai di perjalanan T.T...mau ke lawu belum kesampaian..kayaknya naek mobil aj de hehehe
Tapi naek gunung itu kalo dengan jalan memang ada sensasi tersendiri, capeknya, udaranya, kabut2nya, kesasarnya..macem-macem de :)