27 September 2007
26 September 2007
Pasar Ngantuk
17 September 2007
Jalan Puasa
Hari pertama menjalankan puasa ramadhan, saya dapat diskon waktu 1 jam, apa pasal? saya ada tugas ke daerah dimana berlaku waktu indonesia tengah. Karena daerah itu terkenal sebagai kampung para pelaut-pelaut pemberani, alhasil saya melewatkan 2 kali saat berbuka saya dengan sepiring nasi++ dan IKAN BAKAR :D .Dan diskon di hari pertama saya bayar tunai di hari ketiga :(
Berikut jepretan ngawur dari ponsel saya, lumayan daripada lu-manyunseberapa keras anda bisa melanggarnya :D
sementara ini saya baru bisa membaca huruf (jawa dan) arab, kalau simbol diatas "Baruga Menre'" itu saya belum sempat belajar membacanya
Membaca Simplex membuat saya jadi ingat sepeda onthel milik almarhum mbah kakung saya. Tahun 90-an mbah saya membeli sepeda merk simplex dari temennya seharga 300 ribu (waktu itu harga motor bebek sekitar 4-5 jutaan), dengan perjanjian kalau mbah saya bosan sepeda itu wajib dikembalikan kepada temennya dan uang mbah saya dikembalikan (perjanjian yang aneh :D). Karena waktu itu mbah saya lagi sakit, saya yang ketiban menggunakan itu onthel. Kiya-kiya keliling Pajang, Pasar Jongke, Purwosari sampe rumah lagi, mantep banget rasanya, beda dengan sepeda balap kendaraan harian saya ke sekolah. Giliran buat mboncengin sepupu saya dimarahi, kata beliau "Itu sepeda buat sendiri bukan buat boncengan", "lha kan ada boncengannya mbah?" "Wis pokoke ga boleh boncengan, titik!"
Beberapa tahun kemudian lihat simplex di tv yang ternyata merek kondom :D dan akhirnya kemarin lihat Simplex yang jadi merk alarm kebakaran di gedung kantor, diversifikasi simplex ternyata di bidang pengamanan.
Beberapa tahun kemudian lihat simplex di tv yang ternyata merek kondom :D dan akhirnya kemarin lihat Simplex yang jadi merk alarm kebakaran di gedung kantor, diversifikasi simplex ternyata di bidang pengamanan.
11 September 2007
Karir Baru
Selamat Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadhan
06 September 2007
In Memoriam
Meski kepergian bukan hal baru bagi kita, tetap saja menjadi hal yang mengharukan apabila teman atau sahabat pergi begitu cepat. Pagi ini saya membaca berita duka di hampir semua blog yang rajin saya sambangi. Bahwa Susiawan Wijaya telah meninggalkan kita dengan tiba-tiba. Semoga almarhun mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya, dan keluarga serta sahabat-sabahat yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan keridhaan atas kepergiaannya. Amin
Links :
Links :
Langganan:
Postingan (Atom)